Uncategorized

Watimpres Kunjungi RKG

Usai menggelar pertemuan dengan Bupati Grobogan Sri Sumarni, anggota DewanPertimbangan Presiden (Wantimpres) Jan Darmadi bersama rombongan sempat mampir di Rumah Kedelai Grobogan (RKG), Rabu (24/5/2017). Agenda utamanya adalah melihat proses pembuatan tempe higienis yang saat ini jadi produk andalan di RKG. Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto serta anggota DPRD Budi Irawan terlihat mendampingi rombongan wantimpres selama di RKG.
Saat berada di ruang produksi tempe higienis, rombongan wantimpres juga sempat blusukan hingga ruang belakang. Yakni, tempat pencucian dan merebus kedelai sebelum dikemas dalam plastik.
Mereka tampak serius menyimak penjelasan dari pegawai RKG mengenai proses pembuatan tempe dari awal hingga akhir. Beberapa orang diantaranya bahkan sempat meminta penjelasan lebih detil mengenai proses pembuatan tempe yang berasal dari bahan kedelai varietas Grobogan tersebut.
“Ternyata untuk bikin tempe prosesnya cukup rumit juga. Tapi, saya kagum dengan produksi tempe higienis ini,” kata Sekretaris Wantimpres IGK Manila.
Usai melihat proses produksi tempe higienis, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jan Darmadi bersama rombongan sempat singgah sekitar 30 menit di resto yang ada di Rumah Kedelai Grobogan (RKG). Saat berada di resto ini, sempat terlontar ungkapan kekaguman dan apresiasi dari rombongan wantimpres.
Hal ini terkait dengan berbagai jenis makanan dan minuman yang disajikan pada rombongan. Dimana, semuanya berbahan utama kedelai varietas Grobogan.
“Saya rasa ini sangat luar biasa dan kreatif sekali. Semua makanan atau minuman rasanya enak. Ternyata kedelai bisa diolah untuk berbagai jenis hidangan,” kata Sekretaris Wantimpres IGK Manila.
Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, keberadaan RKG
diharapkan jadi ikon baru pada masa mendatang. Sebab, RKG itu bukan sekedar tempat yang dipakai untuk menampung hasil panen kedelai saja. Tetapi, menjadi tempat yang lengkap untuk sarana belajar mulai hilir hingga hulu dari sektor pertanian kedelai.
Dijelaskan, selain ada produksi tempe dan tahu higienis, ditempat itu juga tersedia benih kedelaiberkualitas varietas Grobogan. Kemudian, ada pula sarana pembelajaran bagi petani dan UKM.Hal ini memungkinkan karena ada lokasi tanam kedelai, penjemuran, hingga pengolahan beragam aneka bahan pangan dari bahan kedelai di RKG tersebut.
Ditambahkan, komoditas kedelai yang dikembangkan saat ini adalah varietas  Grobogan. Kedelai varietas ini bukan hasil rekayasa genetik atau non GMO dan sudah mendapat sertifikasi nasional. Hal ini, berbeda dengan kedelai impor yang merupakan hasil rekayasa genetik.
selama ini, sudah banyak pihak yang datang ke RKG untuk belajar. Mulai dari proses penanaman dan perawatan kedelai sampai produksi hasil panen.
“Tidak hanya dari daerah sekitar saja yang sudah berkunjung kesini. Tetapi, banyak juga yang datang dari luar Jawa. Seperti NTT, Jambi, dan Kalimantan,” jelasnya.
Ditambahkan, di RKG yang arealnya sekitar satu hektar ini bisa belajar masalah 
kedelai dengan lengkap. Mulai dari benih, penanaman, perawatan, panen, pengolahan pasca panen jadi aneka produk makanan, dan pemasarannya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *